ANALISIS PEMERATAAN BEBAN PADA TIGA PHASE
Ketidakseimbangan beban pada sistem distribusi tiga fasa menjadi salah satu tantangan yang kerap muncul dalam menjaga efisiensi dan keandalan penyaluran energi listrik, khususnya pada gardu distribusi yang langsung melayani pelanggan. Ketidakseimbangan ini terjadi saat arus antar fasa tidak merata, sehingga memicu arus netral tinggi dan kerugian daya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar ketidakseimbangan beban yang terjadi dan bagaimana pemerataan beban dapat menjadi solusi. Metode yang digunakan berupa pengukuran langsung terhadap 20 gardu di wilayah Garut menggunakan alat ukur arus dan tegangan. Data dianalisis dengan membandingkan arus masing-masing fasa terhadap nilai rata-rata, lalu dibandingkan dengan batas toleransi berdasarkan standar IEEE Std. 446-1980. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar gardu mengalami deviasi melebihi ambang batas ?10%. Fasa S cenderung paling berat, sedangkan fasa R dan T lebih ringan. Salah satu gardu bahkan mencatat arus netral hingga 228 A dengan rugi daya mencapai 20,76 kW. Setelah dilakukan redistribusi beban secara simulatif, ketidakseimbangan berhasil ditekan dan arus netral menurun. Temuan ini menegaskan bahwa pemerataan beban menjadi solusi praktis untuk meningkatkan efisiensi dan kestabilan sistem distribusi.
Detail Information
Citation